Thursday, October 11, 2012

Peranan Etilen Dalam Pemasakan Buah


Etilen (C2H4) adalah jenis senyawa tidak jenuh atau memiliki ikatan rangkap yang dapat dihasilkan oleh jaringan tanaman pada waktu-waktu tertentu, dan pada suhu kamar etilen berbentuk gas. Senyawa ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan penting dalam proses pertumbuhan tanaman dan pematangan hasil-hasil pertanian.
Etilen adalah gas yang dapat digolongkan sebagai hormon tanaman yang aktif dalam proses pematangan. Etilen disebut hormon karena dapat memenuhi persyaratan sebagai hormon, yang dihasilkan oleh tanaman, bersifat mobil dalam jaringan tanaman dan merupakan senyawa organik. Pada tahun 1959 diketahui, bahwa etilen tidak hanya berperanan dalam proses pematangan saja, tetapi juga berperanan dalam mengatur pertumbuhan tanaman.
Secara tidak disadari, penggunaan etilen dalam proses pematangan sudah lama dilakukan, jauh sebelum senyawa tersebut diketahui peranannya dalam proses pematangan. Di Indonesia, pemeraman pisang yang masih hijau banyak dilakukan orang dengan menggunakan karbit (CaC2). Karbit yang bercampur dengan air akan menghasilkan gas asetilen (C2H2), yaitu senyawa yang hampir sama dengan etilen. Gas asetilen inilah yang dapat membuat proses pengeraman pisang menjadi cepat.
Peranan Etilen Dalam Pematangan Buah
1.      1. Sebagai Hormon Pematangan
Seperti telah dinyatakan sebelumnya, bahwa etilen adalah sebuah hormon yang penting di dalam proses pematangan buah. Jumlah etilen yang terdapat di dalam buah-buahan baik dari permulaan klimakterik atau pada saat puncak klimakterik dapat dilihat pada Tabel 3. Pada kenyataannya, jumlah etilen tersebut tidak selalu sama, akan tetapi berubah-ubah selama proses pematangan. Misalnya pada pisang yang akan memasuki proses pematangan, jumlah etilen yang ada di dalamnya kira-kira 0,0 dan 0,5 ppm sampai beberapa jam sebelum proses pernafasannya meningkat, sedangkan pada saat puncak klikmaterik jumlah etilen lebih kurang 130 ppm.
      2. Pengaruh Etilen Pada Bagian Tanaman
            Etilen selain berperanan penting dalam pematangan buah, juga mempunyai pengaruh yang tidak dapat diabaikan dalam sistem bagian tanaman lainnya. Pada sistem cabang, etilen dapat menyebabkan terjadinya pengerutan, menghambat kecepatan pertumbuhan, mempercepat daun menjadi kuning dan menyebabkan kelayuan.
Pada sistem akar, etilen dapat menyebabkan akar menjadi terpilin (terputar), menghambat kecepatan pertumbuhan, memperbanyak tumbuhnya rambut-rambut akar dan menyebabkan kelayuan.
            Pada sistem umbi, etilen dapat mempengaruhi pertumbuhan tunas, yaitu mempercepat umbinya tunas, sedangkan pada sistem bunga, etilen dapat mempercepat proses pemekaran kuncup, misalnya pada bunga mawar. Akan tetapi kuncup yang telah mekar itu akan cepat menjadi layu. Pada bunga anggrek, etilen menyebabkan warna bunga menjadi pucat, sedangkan pada bunga anyelir, dapat menyebabkan keanekaragaman bunga.

Masalah:
  Karbit bila di campur dengan air akan menghasilkan gas asetilen, yaitu senyawa yang hampir mirip dengan etilen, Jika kita memetik buah pisang dalam keadaan mentah lalu untuk mempercepat mematangkan pisang tersebut di gunakan senyawa karbit. Bagaimana komentar teman-teman dengan kasus tersebut? menurut teman-teman apa itu baik atau tidak? Dan apa pula solusi yang dapat di tawarkan?

9 comments:

  1. Menurut saya hal tersebut baik-baik saja, karena Pematangan buah dengan cara ini lebih sehat daripada dipakai Bahan Kimia Cair yang mengandung Etilen yang bercamour pospor. Phospor campuran ini ternmasuk bahan yang sangat beracun,lagi pula aplikasinya dengan cara disemprotkan kekulit buahnya.
    Persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah

    CaC2 + 2 H2O → C2H2 + Ca(OH)2

    Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen. Pada proses las karbit, asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan. (Wikipedia).
    Jadi hormon yang membuat buah matang disebut gas etilen (karbit=nama dagang). Dan Penggunaan karbit ini tidak menimbulkan dampak negatif. Kadar vitamin dan mineral tidak berubah karena penggunaan karbit ini. Hal ini karena karbit adalah zat kimia yang hanya merangsang pembntukan gas etilen yang merangsang proses pematangan buah. Selain itu, tidak ada dampak negatif yang berarti bagi kesehatan kosumen.

    Terima ksih... mudah2n bermanfaat bagi kita smua.

    ReplyDelete
  2. menurut saya lebih baik pematangan buah secara alami yaitu karbohidrat dalam kandungan daging buahnya berubah menjadi glukosa, yang
    membuat rasa manis dan melunak. jika dibandingkan dengan hasil karbitan, zat pati berkurang,
    sehingga kemanisan juga menjadi berkurang.. jika menggunakan karbit dikhawatirkan gas dari karbit menempel di kulit
    dan diserap ke dalam daging buah. Jika tertelan, menimbulkan dampak berbahaya. Tetapi
    kandungan vitamin dan mineral tidak mengalami perubahan.
    Perlu diketahui juga buah yang dikarbit selain rasanya kurang manis, juga gampang busuk.
    Sementara buahnya terlihat matang dan kuning. Efek lain juga dapat menimbulkan bercak
    pada kulit buah sehingga tampilan buah menjadi kurang menarik.
    mungkin solusinya kita tidak terlalu sering mengkonsumsi buah yang di karbit untuk menghindari resiko yang terjadi. utamakan memakan buah yang alami, ^_^

    ReplyDelete
  3. kalau menurut saya sebaiknya pematangan buah lebih baik di lakukan secara alami, meskipun sampai saat ini belum ada dampak dari proses pematangan menggunakan karbit akan tetap banyak kandungan yang ada di dalam buah pasti berkurang seperti karbohidrat ataupun zat pati, dan rasanya pun akan tidak semanis yang alami. Akan tetapi Pematangan buah dengan cara ini lebih sehat daripada dipakai Bahan Kimia Cair yang mengandung Etilen yang bercampur pospor. karena Phospor campuran ini termasuk bahan yang sangat beracun,lagipula aplikasinya dengan cara disemprotkan kekulit buahnya.
    semoga bermanfaat terima kasih

    ReplyDelete
  4. Pematangan buah dengan karbit sedikit banyak akan memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan walaupun penggunaannya lebih sehat jika dibandingkan dengan Bahan Kimia Cair seperti yang telah dijelaskan saudari Nesi di atas. Pemakaian karbit ini sering meninggalkan jejak racun arsenik dan fosfor yang membuatnya menjadi berbahaya bagi kesehatan manusia. Sehingga penggunaan karbit untuk tujuan mematangkan buah dianggap ilegal di sebagian besar negara.
    Jadi sebaiknya pematangan buah dilakukan secara alami. Atau dengan cara lain yang lebih baik, misalkan saja dengan cara pemeraman, atau meletakkan buah yang ingin dimatangkan di kantong kertas dengan sebuah apel atau pisang yang telah masak, karena pisang dan apel menghasilkan lebih banyak gas etilen dibandingkan buah lain. Kantong kertas digunakan karena sangat baik dalam memerangkap gas etilen. Menaruh buah dalam kantong kertas yang ditutup dengan cukup rapat akan memerangkap gas etilen, sehingga dapat mempercepat pematangan buah. Namun jangan menutup kantong kertas terlalu rapat atau menggunakan kantong plastik, karena hanya akan membuat buah menjadi terlalu lembab, sehingga jamur bisa ikut tumbuh.
    Sekian jawaban dari saya, semoga dapat membantu.

    ReplyDelete
  5. menurut saya, pematangan buah dengan menggunakan karbit tentunya tidak bagus bagi kesehatan kita, karena secara tidak langsung, penggunaan karbit dalam roses pematangan buah sama dengan melibatkan bahan kimia dalam buah tersebut,karena pada karbit itu terdapat racun arsenik dan fosfor yang tentu saja berdampak buruk bagi kesehatan kita,,,skian pendapat dari saya... :)

    ReplyDelete
  6. menurut saya, pematangan buah dengan karbit masih bisa d bilang baik baik saja di bandingkan pemakaian bahan Kimia Cair yang mengandung Etilen yang bercampur pospor yang berdampak negatif bagi kesehatan tubuh, alangkah baik x jika ingin memeram buah di letakkan bersamaan dengan pisang atau apel yang telah masak persis seperti yang saudari defi jelaskan. hal tersebut di lakukan karena buah-buah tersebut menngandung/ menghasilkan gas etilen yang lebih banyak yang dapat mempengaruhi kematangan buah yang da d dkatnya.

    ReplyDelete
  7. menurut pendapat saya ,pematang lebih baik dilakukan secara alamiah..
    agar kandungan karbohidrat dalam pisang terjaga,
    pematangan dengan karbit
    meninggalkan jejak racun arsenik dan fosfor yang membuatnya menjadi berbahaya bagi kesehatan manusia. Sehingga penggunaan karbit untuk tujuan mematangkan buah dianggap ilegal di sebagian besar negara.

    :)
    karna yg alami lebih baik

    ReplyDelete
  8. menurut saya pemakaian karbit tidak baik dalam pematangan buah Buah pisang, terutama yang matang, memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, beberapa vitamin (A,B1, B2 dan C), zat besi, dan niacin. Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium (Wirakusumah, Emma S, 1977).
    Zat-zat tersebut sangat diperlukan dalam tubuh manusia. Bukan itu saja, pisang termasuk buah yang murah-meriah dan mudah didapat sepanjang tahun. pemasakan yang lebih cepat, yakni menggunakan karbit (kalsium karbor). Jangankan buah pisang yang umurnya tua, pisang yang umurnya masih tergolong muda (belum siap panen) pun akan segera matang walau dari sisi aroma atau rasa kurang nyaman. Dengan karbit, ibu-ibu merasa senang karena pisangnya cepat matang dengan warna yang sama dengan proses pematangan secara alami atau matang di pohon. Tetapi, pisang yang matang karena dikarbit cepat membusuk. Karbit yang sehabis dipakai akanSetelah kulit pisang yang dimatangkan dengan karbit dijadikan makanan ternak, ternyata berdampak buruk terhadap kesehatan ternak itu. Ternak menjadi sakit. Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsi pisang karbitan, tampaknya masih perlu penelitian lebih jauh. merusak lingkungan jika dibuang begitu saja di sembarang tempapengaruhnya terhapat proses pembusukan.
    Dari penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Pisang yang dimatangkan dengan karbit paling cepat (tidak sampai tiga hari) matangnya, tetapi proses pembusukannya pun paling cepat.

    semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  9. aslmkum,,,,,,,
    apakh tnpa karbit, gas etilen tdk akan memprcpat proses pematangan pada buah ataw ada ada gas lain sbgai pengganti,,?????
    balas
    thanksss...

    ReplyDelete